Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Profil Mengenai Tim Kesebelasan Perancis Tuan Rumah UERO 2016

Profil Mengenai Tim Kesebelasan Perancis Tuan Rumah UERO 2016 – Jika kita membicarakan mengenai Perancis, kita pasti akan teringat mengenai sebuah menara yang megah dan juga menawan yang sering di elu-elukan oleh orang-orang yang ada di seluruh dunia. Bahkan saking di elu-elukannya tentu kita masih ingat mengenai bom yang melanda kota Paris yang terletak di Perancis langsung menggemparkan seluruh dunia dan orang-orang di dunia ini langsung berduka mendengar kabar tersebut. Namun beralih dari masalah tersebut, mestinya kini Perancis telah bangkit dari sedikit keterpurukan masa lalunya yang kelam tersebut. Ini dibuktikan dengan adanya Perancis yang di tunjuk sebagai tuan rumah untuk penyelenggaraan pertandingan sepakbola terbesar di Eropa.

Profil Mengenai Tim Kesebelasan Perancis Tuan Rumah UERO 2016

Profil Mengenai Tim Kesebelasan Perancis Tuan Rumah UERO 2016

Pengumuman mengenai keputusan menjadikan Perancis sebagai tuan rumah ini telah diumumkan pada tanggal 28 mei 2010 lalu. Tentu persiapan untuk menghadapi pertandingan ini seharusnya sudah cukup matang karena memang pengumumannya pun sudah cukup lama dari hari dan tahun dilaksanakannya. Berbagai perbaikan dan juga persiapan telah dilakukan oleh Perancis tak terkecuali untuk tim nasional mereka yang sering mereka katakan sebagai tim Les Blues. Turnamen ini akan di ikuti oleh 16-24 tim yang merupakan hasil pemekaran daripada kesepakatan sebelumnya. Kemudian pemekaran tim ini juga telah disepakati oleh pejabat senior dari 53 negara anggota UEFA. Tentu ini merupakan pemikiran dan juga kesepakatan yang sangat matang mengingat pertandingan ini juga tidak macam-macam.

Kembali lagi pada tim nasional kesebelasan dari Perancis, klub sepakbola ini pernah juga mencetak prestasi dengan menjadi juara pada saat turnamen Piala Dunia FIFA pada tahun 1998 yang tentunya kemenangan pada turnamen ini membawa nama baik Perancis kepada seluruh pecinta sepakbola yang ada di dunia ini. Namun pada saat turnamen pada tahun 2002, tim Perancis yang notabene telah dijuluki sebagai juara bertahan ini tidak mampu lolos karena kalah dari tim Senegal bahkan mereka tidak mampu lolos dari babak penyisihan grup pada kala itu. Yang membuat lebih mencengangkan lagi tim Perancis ini kalah dengan tidak mencetak satu gol pun sebagai pertahanan mereka.

Pada saat tahun 1998 memang saat-saat yang paling membanggakan bagi Perancis baik negaranya maupun bagi masyarakatnya. Karena pada saat mereka menjuarai pada tahun tersebut pada turnamen-turnamen sebelumnya Perancis bahkan tidak lolos dalam pertandingan. Dan pada saat kemenangan tersebut tentu sangat tidak terduga bagi Perancis. Kemudian pada tahun 2000 tim nasional Perancis ini pernah menjuarai piala eropa yang juga tidak kalah membanggakan bagi masyarakat Perancis. Pada saat piala bergengsi FIFA 2006, tim Perancis mengikuti pertandingan layaknya dijuluki sebagai A tribute to Zinadine Zidan.

Mengapa dijuluki demikian karena pada saat turnamen piala FIFA tahun 2006 tersebut merupakan saat-saat yang paling mengesankan bagi tim Perancis. Pasalnya Zidane sebelumnya telah menyatakan mundur setelah EURO 2004 tapi kemudian dia kembali dan membawa Perancis pada babak final dan harus berhadapan dengan negara Italia, yaitu negara tetangganya sendiri yang tentunya sangat dekat dengan Perancis. Pada saat babak final ini pertandingan berakhir dengan skor sama yaitu 1-1 dan wasit memutuskan untuk dilakukan tendangan adu penalti. Namun sangat disayangkan pada saat momen penentuan tersebut zidane tidak dapat memberikan sumbangannya untuk menendang bola penalti tersebut karena telah dikeluarkan oleh wasit dari lapangan alias mendapatkan kartu merah karena melakukan tindakan yang tidak wajar terhadap anggota tim lain yakni tim italia.

Oleh karena hal tersebut tim Perancis harus rela menyandang kekalahan atas Italia pada kala itu. Tentu hal ini sangat membuat masyarakat Perancis sangat terpukul ketika mendengar hal tersebut. Tim Perancis ini juga pernah mengalami kekalahan yang amat pahit dan teramat menyedihkan karena mereka kalah ketika bertanding dengan tim denmark yang hanya memasukkan 1 angka pada gawang lawan sedangkan denmark sendiri berhasil mencetak 17 gol untuk negaranya pada tahun 1908. Sekarang tim Perancis ini berada dibawah latihan oleh Didier Deschamps yang semoga bisa membawa Perancis kepada posisi juara pada musim turnamen EURO 2016 nanti dan bisa membuat bangga para penggemar atau supporter dan juga masyarakat Perancis pada khususnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *